Selamat Membaca..semoga bermanfaat..kritik n sarannya ya..
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ketika
terjadi pemadaman listrik oleh PLN dibutuhkan suplai cadangan listrik. Hal ini dimaksudkan untuk mengatasi kerugian-kerugian
ketika listrik PLN padam. Bisa kita bayangkan di sebuah kantor tiba-tiba
listrik PLN padam sedangkan kegitan kantor sedang berlangsung, secara otomatis
kita harus mencari suplai listrik dari sumber yang lain seperti Generator-Set.
Proses mencari dan memindahkan listrik tersebut memakan waktu yang bisa
merugikan kantor tersebut. Untuk mengatasi hal ini kantor tersebut perlu
memasang panel Automatic Transfer Switch.
Berdasarkan
latar belakang di atas, kita perlu memahami panel Automatic Transfer Switch
(ATS). Oleh karena itu pada makalah
ini saya membahas mengenai pengertian, komponen, dan cara kerja ATS.
B.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada makalah ini adalah
1.
Apa
pengertian panel Automatic Transfer Switch?
2.
Komponen
apa saja di panel Automatic Transfer Switch?
3.
Bagaimana
cara kerja panel Automatic Transfer Switch?
C.
Tujuan Penulisan
Penulisan ini bertujuan supaya pembaca :
1.
Mampu
menjelaskan pengertian panel Automatic Transfer Swicth
2.
Mampu
menyebutkan komponen apa saja di panel Automatic Transfer Switch
3.
Mampu
menjelaskan cara kerja panel Automatic Transfer Switch
D.
Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan ini adalah :
1.
Sebagai
bahan referensi mahasiswa, dosen, dan kalangan pendidikan untuk mempelajari
panel Automatic Transfer Switch.
2.
Sebagai
bahan referensi pengetahuan tambahan bagi masyarakat umum.
BAB II
ISI
A.
Pengertian Panel Automatic Transfer Swicth (panel ATS)
Panel Automatic Transfer Switch biasa disingkat dengan panel ATS. Panel ini
merupakan seperangkat rangkaian yang berguna untuk mengatur pergantian /switch
dari power PLN ke power Generatot-Set ataupun sebaliknya, yaitu dari power Generator-Set
ke power PLN. Rangkaian ini sebenarnya fungsinya hampir mirip dengan home
sakelar, hanya perbedaannya adalah pada rangkaian ini semuanya bekerja secara
automatis.
Sistem pengoperasian panel ini sangatlah mudah, karena panel sudah tersetting
sedemikian rupa, sehingga pada waktu power PLN hilang atau gagal, kemudian kita
menghidupkan genset, maka power dari genset akan langsung menggantikan power
PLN yang hilang tersebut. Demikian juga bila power PLN sudah masuk kembali,
maka power PLN tersebut akan langsung menggantikan power genset, meskipun pada
waktu itu genset masih dalam keadaan hidup. Power genset akan tertahan di
kontaktor.
Pengoperasian secara manual bisa juga dilakukan, hal ini memungkinkan bagi
kita untuk memilih power mana yang akan masuk, apakah genset atau PLN, jika
kedua power itu dalam keadaan On.
B.
Komponen pada Panel ATS
Panel ATS terdiri dari berbagai komponen meliputi circuit breaker (pemutus)/miniatur
circuit breaker (MCB), kontaktor dan relay relay. Terdapat dua kontaktor, yaitu
kontaktor genset dan kontaktor PLN. Untuk mengantisipasi adanya hubungan
singkat, panel ATS juga di lengkapi dengan sistem keamanan,dengan relay dan
fuse.
1. Mini
Circuit Breaker (MCB)
MCB
atau pemutus tenaga berfungsi untuk memutuskan rangkaian apabila ada arus yg
mengalir dalam rangkaian atau beban listrik melebihi dari kemampuan, misalnya
adanya konsleting dan lainnya. pemutus tenaga ada yg untuk satu phase dan ada yang
untuk 3 phase terdiri dari tiga buah pemutus tenaga 1 phasa yang disusun
menjadi satu kesatuan. pemutus tenaga mempunyai posisi saat menghubungkan maka
antara terminal masukan dan terminal keluaran MCB akan kontak. pada posisi saat
ini MCB pada kedudukan 1(on) dan saat ada gangguan MCB dengan sendirinya akan melepas rangkaian secara otomatis
kedudukannya saklarnya 0(off), saat ini
posisi terminal masukan dan keluaran
MCB tidak sambung.
2. Saklar
magnet/magnetic contactor
Kontaktor
magnet adalah suatu alat penghubung ramgkaian listrik(saklar) yg bekerja atas
dasar mganet listrik. kontaktor itu ada 2 jenis yaitu kontaktor magnet arus
searah dan kontaktor dengan arus bolak-balik. kontaktor arus searah
kumparannya tidak menggunakan kumparan hubung singkat, sedang kontaktor arus
bolak-balik inti magnet dipasang kumparan hubung singkat.
a. kontaktor dibedakan menjadi 2(dua) yaitu ;
-
kontaktor utama
-
kontaktor bantu
b. kode angka yg terdapat pada kontaktor ;
masukan
kontak utama biasanya dihubungkan dengan nomor kode terminal 1,3,5 atau
L1,L2,L3 dan untuk keluarannya melalui nomor kode terminal 2,4,6 atau T1,T2,T3.
Kontak bantu NO 13-14, dan 43-44 ,
kontak NC 21-22, dan 31-32.
3. Pengaman
motor TOR (Thermal Overload Relay)
Overload/saklar
termis selalu dipasang seri dengan beban yg berfungsi sebagai pengaman. apabila
terjadi kelebihan beban , hubung singkat atau gangguan lainnya yg mengakibatkan
naik arus secarah otomatis, saklar termis akan bekerja memutuskan arus dengan
beban sehingga keamanan beban terjaga. adapun saklar termis bekerja atas dasar
panas. saklar termis ini dibuat dari dua logam yg disatukan yg dikenal
dgn bimetal yg masing-masing mempunyai koefisien muai yg berada(yg satu mudah
memuai dan yg lainnya tidak mudah memuai). dengan demikian apabila kena panas
akibat arus listrik melewati ketentuan, palat bimetal akan membengkok menjauhi
plat yg tidak mudah memuai akhirnya plat tidak sambung, dan apabila arus yg
mengalir normal atau panas normal makaplat tersebut akan keposisi semula yg
akhirnya arus listrik lagi. overload hanya mempunya kontak bantu saja dan
diagram kontak-kontak termorelai diberi penomoran seperti berikut ;
·
kontak nomor 95-96
disebut kontak pembuka (NC)
·
kontak nomor 97-98
disebut kontak penutup (NO)
·
kontak nomor
95-96-98 disebut kontak tukar (NO/NC)
4. Time
Delay Relay (TDR)
Relai penunda digunakan untuk memperoleh
periode waktu yg dapat diatur/sistel menurut kebutuhan. Setelah distel ia tidak
boleh sampai pada saat yg ditentukan, posisinya akan berubah sendiri.
Apabila arus listrik mengalir pada terminal 2 dan
7(kumparan) dan waktu waktu yg sudah diatus maka posisi semula titik 3-1 dan
6-8 terbuka sedangkan titik 4-1 dan titik 5-8 tertutup. setelah waktunya sudah
tercapai maka posisi sekarang menjadi : titik 3-1 dan 6-8 menutup dan titik 4-1
dan 5-8 membuka. posisi tersebut akan tidak berubah, kecuali aliran listriknya
terputus
posisinya kembali kesemula.
5. Tombol
Saklar
tekan/tombol(push button), ada 2 macam yaitu tombol tekan normally open(NO) dan
tombol tekan(NC). konstruksinya tombol tekan ada beberapa jenis, yaitu jenis
tunggal ON dan OFF dibuat secara terpisah dan ada juga yg dibuat satu tempat.
jenis ini untuk satu tombol dapat untuk ON dan OFF tergantung keinginan
penggunanya. Tombol tekan tunggal terdiri dari 2 terminal, sedangkan tombol
tekan ganda terdiri dari 4 terminal.
6. Lampu Indikator
Berfungsi sebagai indikator dan pemberi informasi
mengenai suplai listrik PLN, suplai Generator-Set, dan terjadinya masalah.
C. Cara
Kerja Panel Automatic Transfer Switch (ATS)
Rangkaian
ini sebenarnya fungsinya hampir mirip dengan home sakelar, hanya perbedaannya
adalah pada rangkaian ini semuanya bekerja secara automatis.
Sistem pengoperasian
panel ini sangatlah mudah, karena panel sudah tersetting sedemikian rupa,
sehingga pada waktu power PLN hilang atau gagal, kemudian kita menghidupkan
genset, maka power dari genset akan langsung menggantikan power PLN yang hilang
tersebut. Demikian juga bila power PLN sudah masuk kembali, maka power PLN
tersebut akan langsung menggantikan power genset, meskipun pada waktu itu
genset masih dalam keadaan hidup. Power genset akan tertahan di kontaktor.
Pengoperasian secara
manual bisa juga dilakukan, hal ini memungkinkan bagi kita untuk memilih power
mana yang akan masuk, apakah genset atau PLN, jika kedua power itu dalam
keadaan On.
BAB
III
Kesimpulan
Panel
Automatic Transfer Switch biasa disingkat dengan panel ATS. Panel ini merupakan
seperangkat rangkaian yang berguna untuk mengatur pergantian /switch dari power
PLN ke power genset ataupun sebaliknya, yaitu dari power genset ke power PLN.
Rangkaian ini sebenarnya fungsinya hampir mirip dengan home sakelar, hanya
perbedaannya adalah pada rangkaian ini semuanya bekerja secara automatis.
Panel
ATS terdiri dari berbagai komponen meliputi breaker, kontaktor dan relay relay.
Terdapat dua kontaktor, yaitu kontaktor genset dan kontaktor PLN. Secara
sederhana, dapat digambarkan bahwa sistem kerja panel ini adalah ketika salah
satu kontaktor bekerja, maka secara automatis kontaktor yang lain akan
terkunci, atau dalam istilah kelistrikan lebih di kenal dengan interlock. Hal
inilah yang mendasari ketidak-mungkinan kedua power antara genset dan PLN akan
beradu, meskipun ada kalanya kedua power itu datang secaa bersamaan.
Sistem
pengoperasian panel ini sangatlah mudah, karena panel sudah tersetting
sedemikian rupa, sehingga pada waktu power PLN hilang atau gagal, kemudian kita
menghidupkan genset, maka power dari genset akan langsung menggantikan power
PLN yang hilang tersebut. Demikian juga bila power PLN sudah masuk kembali,
maka power PLN tersebut akan langsung menggantikan power genset, meskipun pada
waktu itu genset masih dalam keadaan hidup. Power genset akan tertahan di
kontaktor.
Pengoperasian
secara manual bisa juga dilakukan, hal ini memungkinkan bagi kita untuk memilih
power mana yang akan masuk, apakah genset atau PLN, jika kedua power itu dalam
keadaan On.
DAFTAR
PUSTAKA
-
Fadilah, Kismet. 1999. Instalasi Listrik Industri. Jakarta : Angkasa
Anggota IKAPI
-
www. google.com
-
Lister, Eugene C. Robert J. Rusch. Electric Circuits and Machines. Glenco :
New York
-
Sumanto. 1996. Mesin Sinkron (Generator Sinkron dan Motor Sinkron). Andi
Yogyakarta : Yogyakarta