Pages

Senin, 24 November 2014

Makalah Panel ATS

Selamat Membaca..semoga bermanfaat..kritik n sarannya ya..

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ketika terjadi pemadaman listrik oleh PLN dibutuhkan suplai cadangan listrik. Hal ini dimaksudkan untuk mengatasi kerugian-kerugian ketika listrik PLN padam. Bisa kita bayangkan di sebuah kantor tiba-tiba listrik PLN padam sedangkan kegitan kantor sedang berlangsung, secara otomatis kita harus mencari suplai listrik dari sumber yang lain seperti Generator-Set. Proses mencari dan memindahkan listrik tersebut memakan waktu yang bisa merugikan kantor tersebut. Untuk mengatasi hal ini kantor tersebut perlu memasang panel Automatic Transfer Switch.
Berdasarkan latar belakang di atas, kita perlu memahami panel Automatic Transfer Switch (ATS). Oleh karena itu pada makalah ini saya membahas mengenai pengertian, komponen, dan cara kerja ATS.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada makalah ini adalah
1.      Apa pengertian panel Automatic Transfer Switch?
2.      Komponen apa saja di panel Automatic Transfer Switch?
3.      Bagaimana cara kerja panel Automatic Transfer Switch?
C. Tujuan Penulisan
Penulisan ini bertujuan supaya pembaca :
1.      Mampu menjelaskan pengertian panel Automatic Transfer Swicth
2.      Mampu menyebutkan komponen apa saja di panel Automatic Transfer Switch
3.      Mampu menjelaskan cara kerja panel Automatic Transfer Switch
D. Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan ini adalah :
1.      Sebagai bahan referensi mahasiswa, dosen, dan kalangan pendidikan untuk mempelajari panel Automatic Transfer Switch.
2.      Sebagai bahan referensi pengetahuan tambahan bagi masyarakat umum.


BAB II
ISI

A. Pengertian Panel Automatic Transfer Swicth (panel ATS)
Panel Automatic Transfer Switch biasa disingkat dengan panel ATS. Panel ini merupakan seperangkat rangkaian yang berguna untuk mengatur pergantian /switch dari power PLN ke power Generatot-Set ataupun sebaliknya, yaitu dari power Generator-Set ke power PLN. Rangkaian ini sebenarnya fungsinya hampir mirip dengan home sakelar, hanya perbedaannya adalah pada rangkaian ini semuanya bekerja secara automatis.
Sistem pengoperasian panel ini sangatlah mudah, karena panel sudah tersetting sedemikian rupa, sehingga pada waktu power PLN hilang atau gagal, kemudian kita menghidupkan genset, maka power dari genset akan langsung menggantikan power PLN yang hilang tersebut. Demikian juga bila power PLN sudah masuk kembali, maka power PLN tersebut akan langsung menggantikan power genset, meskipun pada waktu itu genset masih dalam keadaan hidup. Power genset akan tertahan di kontaktor.
Pengoperasian secara manual bisa juga dilakukan, hal ini memungkinkan bagi kita untuk memilih power mana yang akan masuk, apakah genset atau PLN, jika kedua power itu dalam keadaan On.

B. Komponen pada Panel ATS
Panel ATS terdiri dari berbagai komponen meliputi circuit breaker (pemutus)/miniatur circuit breaker (MCB), kontaktor dan relay relay. Terdapat dua kontaktor, yaitu kontaktor genset dan kontaktor PLN. Untuk mengantisipasi adanya hubungan singkat, panel ATS juga di lengkapi dengan sistem keamanan,dengan relay dan fuse.
1.      Mini Circuit Breaker (MCB)
MCB atau pemutus tenaga berfungsi untuk memutuskan rangkaian apabila ada arus yg mengalir dalam rangkaian atau beban listrik melebihi dari kemampuan, misalnya adanya konsleting dan lainnya. pemutus tenaga ada yg untuk satu phase dan ada yang untuk 3 phase terdiri dari tiga buah pemutus tenaga 1 phasa yang disusun menjadi satu kesatuan. pemutus tenaga mempunyai posisi saat menghubungkan maka antara terminal masukan dan terminal keluaran MCB akan kontak. pada posisi saat ini MCB pada kedudukan 1(on) dan saat ada gangguan MCB dengan sendirinya akan melepas rangkaian secara otomatis kedudukannya saklarnya 0(off), saat ini posisi terminal masukan dan keluaran MCB tidak sambung.








2.      Saklar magnet/magnetic contactor 
Kontaktor magnet adalah suatu alat penghubung ramgkaian listrik(saklar) yg bekerja atas dasar mganet listrik. kontaktor itu ada 2 jenis yaitu kontaktor magnet arus searah dan kontaktor dengan arus bolak-balik. kontaktor arus searah kumparannya tidak menggunakan kumparan hubung singkat, sedang kontaktor arus bolak-balik inti magnet dipasang kumparan hubung singkat.
a. kontaktor dibedakan menjadi 2(dua) yaitu ;
-          kontaktor utama
-          kontaktor bantu
b. kode angka yg terdapat pada kontaktor ;
masukan kontak utama biasanya dihubungkan dengan nomor kode terminal 1,3,5 atau L1,L2,L3 dan untuk keluarannya melalui nomor kode terminal 2,4,6 atau T1,T2,T3. Kontak bantu NO 13-14, dan 43-44  , kontak NC 21-22, dan 31-32.





3.      Pengaman motor TOR (Thermal Overload Relay)
Overload/saklar termis selalu dipasang seri dengan beban yg berfungsi sebagai pengaman. apabila terjadi kelebihan beban , hubung singkat atau gangguan lainnya yg mengakibatkan naik arus secarah otomatis, saklar termis akan bekerja memutuskan arus dengan beban sehingga keamanan beban terjaga. adapun saklar termis bekerja atas dasar panas. saklar termis ini dibuat  dari dua logam yg disatukan yg dikenal dgn bimetal yg masing-masing mempunyai koefisien muai yg berada(yg satu mudah memuai dan yg lainnya tidak mudah memuai). dengan demikian apabila kena panas akibat arus listrik melewati ketentuan, palat bimetal akan membengkok menjauhi plat yg tidak mudah memuai akhirnya plat tidak sambung, dan apabila arus yg mengalir normal atau panas normal makaplat tersebut akan keposisi semula yg akhirnya arus listrik lagi. overload hanya mempunya kontak bantu saja dan diagram kontak-kontak termorelai diberi penomoran seperti berikut ; 
·                     kontak nomor 95-96 disebut kontak pembuka (NC)
·                     kontak nomor 97-98 disebut kontak penutup (NO)
·                     kontak nomor 95-96-98 disebut kontak tukar (NO/NC)  








4.      Time Delay Relay (TDR)
Relai penunda digunakan untuk memperoleh periode waktu yg dapat diatur/sistel menurut kebutuhan. Setelah distel ia tidak boleh sampai pada saat yg ditentukan, posisinya akan berubah sendiri.
Apabila arus listrik mengalir pada terminal 2 dan 7(kumparan) dan waktu waktu yg sudah diatus maka posisi semula titik 3-1 dan 6-8 terbuka sedangkan titik 4-1 dan titik 5-8 tertutup. setelah waktunya sudah tercapai maka posisi sekarang menjadi : titik 3-1 dan 6-8 menutup dan titik 4-1 dan 5-8 membuka. posisi tersebut akan tidak berubah, kecuali aliran listriknya terputus posisinya kembali kesemula.




 
5.      Tombol
Saklar tekan/tombol(push button), ada 2 macam yaitu tombol tekan normally open(NO) dan tombol tekan(NC). konstruksinya tombol tekan ada beberapa jenis, yaitu jenis tunggal ON dan OFF dibuat secara terpisah dan ada juga yg dibuat satu tempat. jenis ini untuk satu tombol dapat untuk ON dan OFF tergantung keinginan penggunanya. Tombol tekan tunggal terdiri dari 2 terminal, sedangkan tombol tekan ganda terdiri dari 4 terminal.


6.      Lampu Indikator
Berfungsi sebagai indikator dan pemberi informasi mengenai suplai listrik PLN, suplai Generator-Set, dan terjadinya masalah.



C. Cara Kerja Panel Automatic Transfer Switch (ATS)
Rangkaian ini sebenarnya fungsinya hampir mirip dengan home sakelar, hanya perbedaannya adalah pada rangkaian ini semuanya bekerja secara automatis.
Sistem pengoperasian panel ini sangatlah mudah, karena panel sudah tersetting sedemikian rupa, sehingga pada waktu power PLN hilang atau gagal, kemudian kita menghidupkan genset, maka power dari genset akan langsung menggantikan power PLN yang hilang tersebut. Demikian juga bila power PLN sudah masuk kembali, maka power PLN tersebut akan langsung menggantikan power genset, meskipun pada waktu itu genset masih dalam keadaan hidup. Power genset akan tertahan di kontaktor.
Pengoperasian secara manual bisa juga dilakukan, hal ini memungkinkan bagi kita untuk memilih power mana yang akan masuk, apakah genset atau PLN, jika kedua power itu dalam keadaan On.


















BAB III
Kesimpulan

Panel Automatic Transfer Switch biasa disingkat dengan panel ATS. Panel ini merupakan seperangkat rangkaian yang berguna untuk mengatur pergantian /switch dari power PLN ke power genset ataupun sebaliknya, yaitu dari power genset ke power PLN. Rangkaian ini sebenarnya fungsinya hampir mirip dengan home sakelar, hanya perbedaannya adalah pada rangkaian ini semuanya bekerja secara automatis.
Panel ATS terdiri dari berbagai komponen meliputi breaker, kontaktor dan relay relay. Terdapat dua kontaktor, yaitu kontaktor genset dan kontaktor PLN. Secara sederhana, dapat digambarkan bahwa sistem kerja panel ini adalah ketika salah satu kontaktor bekerja, maka secara automatis kontaktor yang lain akan terkunci, atau dalam istilah kelistrikan lebih di kenal dengan interlock. Hal inilah yang mendasari ketidak-mungkinan kedua power antara genset dan PLN akan beradu, meskipun ada kalanya kedua power itu datang secaa bersamaan.
Sistem pengoperasian panel ini sangatlah mudah, karena panel sudah tersetting sedemikian rupa, sehingga pada waktu power PLN hilang atau gagal, kemudian kita menghidupkan genset, maka power dari genset akan langsung menggantikan power PLN yang hilang tersebut. Demikian juga bila power PLN sudah masuk kembali, maka power PLN tersebut akan langsung menggantikan power genset, meskipun pada waktu itu genset masih dalam keadaan hidup. Power genset akan tertahan di kontaktor.
Pengoperasian secara manual bisa juga dilakukan, hal ini memungkinkan bagi kita untuk memilih power mana yang akan masuk, apakah genset atau PLN, jika kedua power itu dalam keadaan On.






DAFTAR PUSTAKA
-          Fadilah, Kismet. 1999. Instalasi Listrik Industri. Jakarta : Angkasa Anggota IKAPI
-          www. google.com
-          Lister, Eugene C. Robert J. Rusch. Electric Circuits and Machines. Glenco : New York

-          Sumanto. 1996. Mesin Sinkron (Generator Sinkron dan Motor Sinkron). Andi Yogyakarta : Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar